Home
Visi
Pembelajaran
Galeri
Kontak
 

SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG MASYARAKAT
DAN LINGKUNGAN

PENDAHULUAN
Untuk memahami seseorang dengan baik, kita perlu memahami masyarakat di mana orang tersebut hidup. Bahkan untuk memahami diri kita sendiri dengan lebih baik, kita perlu memahami masyarakat di mana kita hidup. Sebab, masyarakat mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan seorang individu. Mengenai hal itu sosiolog Charles Wright Mills, seorang guru besar dari Columbia University memberikan ilustrasi demikian :
“Ketika sebuah masyarakat menjadi masyarakat industry, maka seorang petani akan berubah menjadi buruh; tuan tanah akan berganti menjadi seorang pengusaha. Ketika kelas social menanjak atau turun, seseorang akan memperoeh pekerjaan, atau kehilangan pekerjaan. Ketika terjadi perang, seorang sales akan menjadi seorang peluncur roket; penjaga toko menjadi pengawas radar, seoran g isteri akan menjadi janda; anak-anak tumbuh tanpa pendampingan. Dalam sejarah masyarakat, tak pernah ada kehidupan individu yang dapat dipahami tanpa memahami keduanya (individu dan masyarakat)…karena kita membutuhkan cara berpikir yang membantu kita untuk melihat apa yang sedang berlangsung dalam masyarakat dan kaitannyadengan apa yang mungkin sedang terjadi dalam diri kita sendiri. Itu adalah sebuah kualitas yang disebut imajinasi sosiologis.” (Sumber : Mills, dalam Macionis, 1997:11)
Yang dimaksud dengan imajinasi sosiologis adalah kesadaran mengenai adanya hubungan antara keberadaan individu dengan masyarakat luas. Imajinasi itu dibutuhkan oleh semua orang untuk memahami berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Imajinasi itu akan semakin terasah ketika seseorang mau belajar sosiologi. Karena itu, mari kita mulai dengan belajar sosiologi. Tapi tahukah Anda apa itu sosiologi?.
Secara umum modul 1 ini akan menjelaskan tentang masyarakat dan lingkungkungan, pengertian dan manfaat sosiologi, dan sejarah singkat sosiologi.
Setelah Anda mempelajri modul ini, secara khusus Anda diharapkan dapat :
1. Menjelaskan makna masyarakt dan lingkungan.
2. Menjelaskan pengertian dan manfaat sosiologi.
3. Menjelaskan sejarah singkat sosiologi.
Untuk membantu Anda mencapai keberhasilan dalam mempelajari modul ini, ada baiknya , perhatikan beberapa petunjuk belajar berikut ini.
1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan modul ini sampai Anda memahami tujuan dari pembelajaran modul ini.
2. Bacalah uraian dari modul ini kemudian temukan kata-kata kunci berdasarkan kata-kata kunci sendiri, atau diskusikanlah dengan teman-teman Anda.
3. Mantapkan pemahaman isi modul ini melalui pemahaman sendiri, tukar pikiran dengan teman sebangku atau dengan teman lainnya.
4. Untuk memperluas wawasan, Anda bias membaca atau memperoleh dari sumber lain selain modul ini.
5. Setelah Anda merasa cukup memahami, kerjakan latihan dalam modul ini sesuia dengan petunjuknya.
6. Setiap kahir kegiatan , jangan lupa untuk menjawab soal yang sudah disediakan.
Kalau Anda sudah selesai mengerjakan soal-soal, boleh dicocokkan dengan kunci jawaban , untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan belajar yang sudah dicapai oleh Anda.

1. Pengertian dan Manfaat Sosiologi
Istilah “sosiologi” berasal dari bahasa latin yang terdiri dari dua kata yaitu, kata “socius” yang artinya : teman atau lawan dan “logos” yang artinya : kata/berbicara atau ilmu. Dengan demikian, sosiologi berarti berbicara/ ilmu mengenai teman. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan teman adalah orang-orang atau masyarakat. Jadi, secara harfiah sosiologi berarti pembicaraan mengenai masyarakat.
Istilah “sosiologi” untuk pertama kalinya digunakan oleh Auguste Comte pada tahun 1842 dalam bukunya berjudul Positive Philosophy. Sosiologi merupakan studi sistematis mengenai masyarakat manusia. Comte membagi sosiologi menjadi dua bagian, yaitu:
a. Sosiologi statis, mempelajari hokum-hukum yang menjadi dasar keberadaan masyarakat.
b. Sosiologi dinamis, mempelajari perubahan yang terjadi di dalam masyarakat.
Ada bebebrapa definisi sosiologi yang dikemukakan oleh para ahli antara lain :
a. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhannya dan hubungan antara individu dalam masyarakat tadi. (Soerjono Soekanto)
b. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan proses-proses social, termasuk perubahan-perubahan social. (Selo Soemardjan)
c. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala social. (Pitirim A. Sorokin)
d. Sosiologi adalah studi sistematis mengenai masyarakat manusia (Jhon J. Macionis)
e. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok. (S. Joseph Roucek)

Dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya, sosiologi merupakan studi sistematis mengenai masyarakat manusia dalam keseluruhannya, baik dalam dimensi statis maupun dalam dimensi dinamis.
Studi sistematis yang dimaksudkan adalah bahwa sosiologi merupakan studi yang dilakukan berdasarkan metode ilmiah. Metode ilmiah adalah cara kerja sistematis untuk mengarahkan jalannya penelitian mengenai sesuatu hal, dalam hal ini mengenai masyarakat.
Objek dari studi sistematis tersebut adalah masyarakat manusia. Ini tidak berarti bahwa sosiologi mempelajari masyarakat manusia saja, melainkan juga mempelajari masyarakat manusia dan berbagai hal lain sebagai akibat adanya hubungan/interaksi dalam masyarakat tersebut. Oleh sebab itu, lingkungan juga merupakan pokok persoalan yang dipelajari dalam sosiologi, sejauh hal itu merupakan akibat dari perilaku masyarakat manusia secara langsung. Karena itu , isu-isu lingkungan yang umumnya dipelajari dalam sosiologi misalnya masalah sampah/limbah, pencemaran baik udara, air dan darat, hujan asam, hutan tropis, pemanasan global, dan rusaknya keanekaragaman hayati (Macionis, 1997). Itu semua merupakan masalah lingkungan sebagai akibat perilaku masyarakat..
Di atas dinyatakan, bahwa sosiologi mempelajari masyarakat manusia. Kita tahu, hal-hal yang terkait dengan kehidupan masyarakat manusia amatlah banyak. Jika demikian, apa saja dari kehidupan masyarakat manusia yang dipelajari dalam sosiologi?
Ilmu-ilmu social lain hanya mempelajari aspek tertentu dari masyarakat. Sedangkan sosiologi mempelajari semua bentuk hubungan social dalam masyarakat (Schaefer & Lamm, 1998). Hubungan-hubungan social tersebut bisa terkait dengan dimensi budaya, ekonomi, politik, sejarah, dan psikologi masyarakat (Soekanto, 2002).
Sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat dengan cakupan yang sedemikian luas, sosiologi memiliki manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya ada empat manfaat sosiologi, yaitu (Macionis, 1977):
a. Sudut pandang sosiologis menantang pemahaman-pemahaman yang lazim mengenai diri kita sendiri dan pihak lain. Hal itu menjadikan kita bisa menilai secara kritis berbagai kebenaran yang didasarkan pada asumsi-asumsi yang dianggap lazim. Dengan berpikir sosiologis, kita bisa mengetahui bahwa gagasan-gagasan yang selama ini kita terima sebagai kebenaran boleh jadi belum tentu benar.
b. Sudut pandang sosiologis menjadikan kita mampu menilai peluang-peluang dan hambatan-hambatan yang ada dalam kehidupan kita. Cara berpikir sosiologis akan memabantu kita memahami proses yang sesungguhnya terjadi dalam masyarakat. Dengan demikian kita bisa menempatkan diri secara lebih cepat dan meraih tujuan dengan lebih efektif.
c. Sudut pandanng sosiologis akan lebih memampukan kita untuk menjadi partisipan yang aktif dalam kehidupan masyarakat. Tanpa kesadaran mengenai bagaimana sesungguhnya proses-proses dalam masyarakat itu terjadi, kita tak akan pernah bisa mengubah keadaan. Sebaliknya, dengan memahami proses-proses tersebut, kita akan lebih mampu berpartisipasi mengubah masyarakat.
d. Sudut pandang sosiologis membantu kita untuk menghargai perbedaan umat manusia dan menyiapkan kita dalam menghadapi tantangan-tantangan hidup dalam dunia yang plural.